Untuk menghilangkan bau tanah bandeng memang tidak mudah. Biasanya bau lumpur ini muncul akibat dari tempat pembudidayaan ikan bandeng yang mengandung tanah. Bandeng yang berbau tanah akan membuat sajian bandeng menjadi tidak lagi lezat. Bahkan meski Anda telah menggunakan resep olahan bandeng terbaik, bau tanah akan menghancurkan semuanya. Dibutuhkan cara pengolahan yang tepat sehingga bau tanah pada bandeng dapat dihilangkan. Berikut ini beberapa tips menghilangkan bau tanah pada bandeng:

Pilih ikan bandeng bebas bau tanah

Salah satu penyebab bau tanah pada bandeng adalah tempat budidayanya. Hal ini dapat Anda hindari dengan memilih bandeng yang tepat dan bebas bau tanah. Untuk mendapatkan bandeng yang tidak bau tanah, Anda bisa membelinya langsung pada pemilik tambak. Biasanya bandeng yang langsung ditangkap dari tambak tidak memiliki bau tanah. Atau Anda dapat menyiasatinya dengan memilih bandeng segar yang tidak memiliki bau tanah.

Sebelum membeli bandeng, pastikan dengan mencium bau bandeng terlebih dahulu. Jika saat membeli bandeng bau tanah sudah muncul, sebaiknya pilih bandeng yang lain. Dengan memilih bandeng yang tidak bau tanah, pengolahan bandeng akan lebih mudah dilakukan. Selain itu bau tanah tidak akan mengikuti saat bandeng dimasak sesuai selera. Tentunya bandeng yang lezat dan bebas bau tanah akan mengundang selera keluarga untuk menyantapnya.

Gunakan cuka

Selain dengan memilih bandeng bebas tanah, menggunakan cuka dapat dijadikan solusi untuk menghilangkan bau tanah bandeng. Cuka adalah salah satu bahan yang cukup banyak digunakan untuk menunjang keperluan memasak di dapur. Cairan yang berwarna bening ini memiliki bau yang sangat menyengat. Biasanya banyak dimanfaatkan untuk membuat masakan acar. Selain dapat dimanfaatkan untuk membuat acar, cuka juga dapat digunakan untuk menghilangkan bau tanah yang seringkali muncul pada bandeng.

Untuk menghilangkan bau tanah bandeng menggunakan cuka, sebaiknya cuci bersih ikan terlebih dahulu. Jangan lupa bersihkan sisik-sisiknya termasuk isi perutnya. Setelah dicuci bersih, oleskan cuka pada seluruh permukaan badan bandeng. Diamkan selama kurang lebih 20 menit setelah bandeng diolesi cuka. Setelah 20 menit, segera cuci kembali bandeng sampai bersih. Setelahnya Anda dapat mengolah bandeng sesuai dengan resep favorit keluarga.

Menggunakan garam

Selain menggunakan cuka, dengan garam Anda juga bisa menghilangkan bau tanah pada bandeng. Biasanya garam banyak digunakan untuk proses pengawetan ikan laut sehingga tahan lebih lama. Namun selain digunakan untuk proses pengawetan, garam juga dapat digunakan untuk menghilangkan bau tanah pada bandeng. Garam dapat Anda gunakan sebagai rendaman untuk bandeng sehingga bau tanahnya menghilang.

Untuk membuat rendaman garam, siapkan air. Campurkan air dengan garam dan kunyit dengan perbandingan yang cukup. Terlalu banyak kunyit akan membuat bandeng menjadi lebih pahit. Sementara terlalu banyak garam juga akan membuat bandeng terlalu asin saat diolah. Sebelum direndam, bandeng harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelahnya Anda dapat merendam bandeng dalam campuran air, garam dan kunyit selama satu jam. Setelahnya cuci bandeng hingga bersih dan Anda bebas memasaknya sesuai selera.

Menggunakan rempah dengan aroma kuat

Cara lain yang bisa Anda gunakan untukmenghilangkan bau tanah pada bandeng adalah menggunakan rempah-rempah. Indonesia terkenal sebagai negara yang kaya akan tanaman rempah-rempah. Anda bisa memanfaatkan hal ini untuk membuat resep istimewa mengolah bandeng. Dengan rempah-rempah yang cukup kuat ini, aroma tanah yang mengikuti bandeng dapat hilang dengan sangat mudah.

Biasanya cara pengolahan bandeng yang memanfaatkan rempah-rempah dengan aroma kuat adalah pepes. Cara memasak bandeng dengan pepes ini menjadi cara memasak unik yang hanya dimiliki masyarakat Indonesia. Untuk pepes, rempah-rempah yang paling sering digunakan adalah bawang merah, bawang putih, kencur, jahe, kunyit hingga serai. Penggunaan daun pisang, dan cara memasaknya yang dibakar, akan dengan mudah menghilangkan bau tanah bandeng.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.